cool hit counter

PDM Kabupaten Gresik - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Gresik
.: Home > Artikel

Homepage

MENGINGATKAN NEGARA

.: Home > Artikel > PDM
26 September 2019 12:39 WIB
Dibaca: 119
Penulis : Ahmad Faizin Karimi

 

Despotism Despotism

[ilustrasi]:     Despotism |  1 Characteristics.  1.1 Government Class  | Autocracy.  1.1.1 Government Class Text  | ND.  1.2 Advantages  |  Absolute control over the people, Quicker and efficient decision-making, Rights.  1.2.1 AdvantagesText  | A despot has absolute control over people. The decisions are usually quicker and efficient. Rights and freedom is granted under the ideal model. 1.3 Disadvantages | No individual freedom, Supressing the threats for total control.  1.3.1 DisadvantagesText  |  Personal freedoms are curtailed.The ruler enforces a guard to protect their power and ruthlessly suppress any threats to their total control. 1.4 Structure. 1.4.1 Majority Rule.  sumber: governmentvs.com
 
 
 
Demonstrasi yang awalnya perlawanan intelektual kini berubah menjadi perlawanan fisik. Seperti spiral kekerasan, represi aparat keamanan (sebagai representasi negara) akan dibalas balik oleh demonstran (sebagai representasi rakyat dominan) dan akan muncul tindakan saling balas. 
 
Beberapa pihak menganggap gerakan mahasiswa ditunggangi, siapa lagi kalau bukan kelompok oposisi yang dituding di belakang semua ini. Sayangnya tudingan itu tidak mendapatkan bukti, tidak ada simbol-simbol oposisi baik oposisi politik (kelompok yang kalah dalam pemilu) maupun oposisi ideologi (misalnya, kelompok Islam “Radikal”). Yang ada malah oposisi intelektual, yang diwakili oleh simbol organisasi kemahasiswaan dan jas almamater kampus mereka. 
 
Gerakan perlawanan kelompok intelektual ini akan makin membesar dan menggelinding seperti bola salju. Terbukti dengan bergabungnya kelompok pelajar sekolah menengah dan organisasi pelajar pada demo lanjutan. Timbul pertanyaan, mengapa sekarang? Mengapa kelompok-kelompok ini tidak ikut demonstrasi pra-pemilu kemarin? 
 
Sebabnya adalah perbedaan “nilai” yang diperjuangkan. Perhatikan saja narasi-narasi yang dibawa muda-mudi demonstran itu, jika dianalisis akan tampak bahwa mereka memperjuangkan salah satu fundamental nilai reformasi, yakni “kebebasan”. Mereka merasa kebebasan mereka terusik oleh absurditas isu RKUHP. Demonstrasi sebelumnya bagi generasi muda sekarang dianggap lebih pada nilai-nilai “keyakinan”, sesuatu yang tidak terlalu dianggap penting oleh sebagian besar mereka. 
 
RKUHP kan sudah ditunda, mengapa perlawanan masih berlangsung? Itu karena sebab kedua, generasi muda merasa jengkel dengan sikap negara (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) yang despot, semena-mena. Memutuskan sesuatu seolah negara milik elite itu saja. Padahal kekuasaan negara juga bergantung dari sejauh mana negara mampu bekerja sama dengan kelompok masyarakat sipil. Kerja sama itu akan membatasi kekuasaan negara menjadi rezim despotik (semena-mena) padahal despotisme cenderung muncul jika rezim berkuasa merasa kuat. 
 
Kejengkelan itu muncul dipicu despotisme elite negara membuat kebijakan yang dianggap menelikung pemberantasan korupsi, reformasi agraria, dan persamaan hak antar-warga antar-kelompok. Jika tidak ada kesepakatan dalam waktu dekat, dan di sisi lain represi negara terus berlanjut, bukan tidak mungkin kelompok lain akan terlibat. Kelompok yang merasa bahwa negara telah gagal memperjuangkan mereka, bisa bergabung karena kesabaran mereka mencapai titik kulminasi yang sama. 
 
Kelompok profesi (organisasi buruh, tani, pers, guru, dsb), kelompok kepemudaan, bisa bergabung jika kekerasan negara masih terus terjadi. Puncaknya adalah jika organisasi keagamaan yang merasa kurang diakomodasi ikut memobilisasi massa bergerak di lapangan. 
 
Mau bagaimana lagi? Memang negara harus diingatkan. Bahwa tujuan mereka ada adalah untuk melindungi dan menyejahterakan rakyat. Tujuan yang selama ini gagal mereka capai, dan rakyat hanya disuguhi ilusi kesejahteraan dan ditakut-takuti hantu terorisme keagamaan.
 
 
Ahmad Faizin Karimi
Mahasiswa Doktoral Sospol UMM
 
 

Tags: MENGINGATKANNEGARA
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori : Wawasan

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website